Perahu Tradisional khas suku Bugis-Makassar kini terus dilestarikan keberadaannya melalui upaya pendokumentasian dan pelatihan pembuatan kapal kayu di pesisir Kabupaten Bone. Keahlian merakit kapal kayu tanpa menggunakan paku besi ini merupakan warisan kearifan lokal luar biasa yang telah diakui dunia atas keandalan dan keindahannya mengarungi samudra. Para maestro pembuat kapal senior mengajari generasi muda mengenai tata cara pemilihan kayu jati berkualitas, teknik pemotongan presisi, hingga ritual adat pembuatan kapal yang sarat akan nilai filosofi kehidupan. Langkah pelestarian ini sangat vital dilakukan agar keahlian maritim nenek moyang bangsa Indonesia tidak punah ditelan zaman.
Proses pembuatan kapal kayu bernilai seni tinggi ini membutuhkan ketelitian tingkat tinggi, perhitungan matematis alami, serta kerja keras fisik dari para tukang kayu selama berbulan-bulan. Penggunaan pasak kayu khusus sebagai penyambung antar papan kapal menciptakan struktur lambung kapal yang sangat kuat dan lentur saat menerjang ombak besar di laut lepas. Setiap tahapan pembuatan diiringi dengan doa dan tradisi syukuran adat sebagai bentuk penghormatan kepada alam dan Sang Pencipta demi keselamatan kapal saat berlayar. Keotentikan seni perakitan perahu tradisional ini menjadi bukti nyata keunggulan ilmu kebaharian lokal yang sangat mengagumkan peradaban dunia.
Meningkatnya perhatian terhadap kelestarian pembuatan kapal kayu ini membawa dampak positif bagi perkembangan sektor wisata sejarah dan kebaharian di Kabupaten Bone. Banyak wisatawan domestik maupun peneliti maritim mancanegara yang datang berkunjung ke galeri pembuatan kapal tepi pantai untuk menyaksikan secara langsung proses pembuatan karya mahakarya ini. Kehadiran wisatawan memberikan dorongan ekonomi yang cukup besar bagi warga pesisir melalui penyediaan jasa pemandu wisata, penginapan homestay, dan penjualan cinderamata khas maritim. Perekonomian masyarakat pesisir menjadi lebih hidup dan berkembang secara mandiri.
Generasi muda di wilayah pesisir Bone kini semakin bangga akan warisan tradisi kebaharian leluhur mereka dan bersemangat untuk meneruskan keahlian pembuatan kapal kayu tersebut. Pemerintah daerah mendukung penuh regenerasi pengrajin kapal dengan mendirikan pusat pelatihan kriya kayu kebaharian dan memasukkannya ke dalam kurikulum muatan lokal sekolah. Pelatihan ini dibekali pula dengan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan kayu dari hutan budidaya yang berkelanjutan agar tidak merusak ekosistem hutan alami. Pelestarian kebudayaan dan perlindungan lingkungan hidup berjalan seiring secara harmonis di bumi Arung Palakka.
Pemerintah berkomitmen untuk memperjuangkan perlindungan hak cipta dan pengakuan hukum bagi produk-produk kapal kayu tradisional hasil karya pengrajin Bone di tingkat internasional. Promosi gencar melalui ajang pameran kemaritiman skala global terus dilakukan guna menarik pesanan pembuatan kapal kayu untuk kebutuhan wisata marina dunia. Dengan penataan dan dukungan yang tepat dari seluruh pihak, industri pembuatan kapal tradisional akan terus bertahan dan membanggakan Indonesia di mata dunia. Keberadaan industri perahu tradisional ini akan terus berdiri kokoh sebagai simbol kejayaan maritim bangsa Indonesia.