Pengeringan Biji kakao yang telah melewati proses fermentasi sempurna dikerjakan secara teliti oleh para petani perkebunan di kawasan Watampone Kabupaten Bone Sulawesi Selatan. Kegiatan pengolahan pascapanen tanaman cokelat ini bertujuan menghasilkan komoditas biji kakao kering bermutu tinggi yang memiliki cita rasa dan aroma khas yang dicari industri cokelat dunia. Biji kakao basah hasil fermentasi dibeberkan secara merata di atas lantai jemur transparan guna mendapatkan paparan panas sinar matahari secara maksimal. Petani memantau proses pengeringan ini dengan cermat.
Para petani membalik biji-biji kakao secara berkala menggunakan garuk kayu khusus agar proses pengeringan berlangsung merata serta mencegah timbulnya jamur pada biji kakao. Penggunaan fasilitas penjemur tertutup berbahan plastik bening membantu menjaga kebersihan biji kakao dari kontaminasi debu serta air hujan secara efektif. Kadar air biji kakao diturunkan secara bertahap hingga mencapai standar ideal sekitar tujuh persen agar aman disimpan dalam jangka waktu lama di gudang penampungan. Ketelatenan petani menentukan kualitas akhir biji cokelat.
Geliat pengolahan biji kakao berkualitas tinggi ini memberikan dampak ekonomi yang sangat menguntungkan bagi peningkatan kesejahteraan para petani cokelat di Kabupaten Bone. Biji kakao terfermentasi yang dikeringkan secara sempurna memiliki harga jual yang jauh lebih mahal di tingkat eksportir jika dibandingkan dengan biji kakao mentah tanpa fermentasi. Hasilnya, pendapatan harian keluarga petani mengalami kenaikan signifikan seiring meningkatnya permintaan dari pabrik cokelat nasional maupun internasional. Sektor perkebunan kakao Bone pun tumbuh makin solid.
Pemerintah Kabupaten Bone terus memberikan fasilitas pembinaan teknis penanganan pascapanen kakao serta bantuan sarana tempat penjemuran solar dryer bagi kelompok tani. Fasilitasi keikutsertaan dalam lelang komoditas kakao nasional juga diberikan agar petani dapat menjual hasil panen mereka secara langsung ke pembeli utama tanpa melalui rantai tengkulak. Langkah perlindungan usaha tani ini sangat efektif dalam memperkuat posisi tawar petani kakao di pasaran. Sinergi ini menjadikan Bone sebagai salah satu penghasil kakao terbaik.
Melalui penerapan standar pengolahan pascapanen yang benar, produk biji kakao kering dari Watampone siap bersaing memperebutkan pasar komoditas perkebunan internasional yang sangat kompetitif. Semangat para petani dalam menjaga kualitas mutu produk menjadi kunci utama keberlanjutan kejayaan cokelat Sulawesi di mata dunia. Keberhasilan terobosan pengolahan tanaman ini membawa dampak kemakmuran yang nyata bagi seluruh warga pedesaan. Proses pengeringan biji kakao yang profesional ini patut dipertahankan keberlanjutannya.