Ancaman Abrasi Pantai: Warga Pesisir Utara Jawa Lakukan Penanaman Mangrove

Mengingat dampak buruk abrasi yang semakin mengancam, warga pesisir utara Jawa berinisiatif melakukan penanaman mangrove secara serentak. Kegiatan ini merupakan respons kolektif terhadap kerusakan garis pantai dan penurunan populasi ikan akibat abrasi yang terus meningkat. Warga pesisir, yang mata pencahariannya bergantung pada laut, menyadari betul bahwa kelestarian ekosistem pantai adalah kunci keberlangsungan hidup mereka. Menurut data dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah per 28 September 2025, lebih dari 500 hektare hutan mangrove di pesisir utara telah rusak akibat abrasi.

Program penanaman mangrove ini tidak hanya berfokus pada restorasi lingkungan, tetapi juga pada edukasi. Pada hari Selasa, 23 September, di Desa Tambakrejo, Kendal, Jawa Tengah, ratusan relawan yang terdiri dari ibu-ibu nelayan, pemuda setempat, dan pelajar berpartisipasi aktif dalam menanam bibit mangrove. Ketua Kelompok Tani Mangrove “Hijau Lestari,” Bapak Sarifudin (55), menjelaskan bahwa menanam mangrove adalah investasi jangka panjang. “Akar mangrove sangat kuat dan dapat menahan gelombang ombak, sehingga melindungi desa kami dari abrasi. Selain itu, warga pesisir utara Jawa juga mendapatkan manfaat dari ekosistem mangrove yang menjadi tempat berkembang biak ikan dan kepiting,” ujarnya.

Untuk memastikan keberlanjutan program, warga pesisir utara Jawa juga membentuk tim pemeliharaan yang bertugas menjaga bibit mangrove dari serangan hama dan vandalisme. Dinas Kelautan dan Perikanan setempat memberikan dukungan berupa bibit mangrove dan pendampingan teknis. Di sisi lain, aparat kepolisian, terutama Polisi Perairan (Polairud), turut mengawasi area penanaman dari praktik ilegal yang dapat merusak ekosistem yang baru dibangun. Kepala Satpolairud Polres Kendal, Iptu Budi Cahyono, pada hari Rabu, 24 September, menyatakan, “Kami akan menindak tegas setiap oknum yang merusak atau mencuri bibit mangrove. Ini adalah aset penting bagi masyarakat dan lingkungan.”

Aksi nyata yang dilakukan oleh warga pesisir utara Jawa ini menunjukkan bahwa solusi atas masalah lingkungan bisa datang dari kesadaran kolektif masyarakat. Dengan adanya program penanaman mangrove, diharapkan abrasi dapat dicegah, ekosistem laut kembali pulih, dan kesejahteraan masyarakat pesisir dapat meningkat. Ini adalah contoh kolaborasi yang efektif antara masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan demi keberlanjutan lingkungan dan ekonomi.