Dampak Siklon Tropis Cempaka: Sumbar Terendam, Kerugian Miliaran Rupiah

Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengalami pukulan telak akibat dampak Siklon Tropis Cempaka, yang meskipun tidak melanda secara langsung, namun menyebabkan hujan ekstrem dan angin kencang di kawasan pesisir. Intensitas hujan yang luar biasa tinggi membuat beberapa kabupaten dan kota di Sumbar terendam, memicu banjir bandang dan longsor di berbagai titik kritis. Laporan awal mencatat bahwa kerugian miliaran Rupiah diderita oleh sektor infrastruktur dan pertanian. Penanganan dampak Siklon Tropis Cempaka ini segera menjadi fokus utama pemerintah daerah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengonfirmasi bahwa pusaran Siklon Tropis Cempaka, yang berjarak ratusan kilometer di Samudra Hindia, menarik massa udara dan uap air dalam jumlah besar ke wilayah barat Sumatera. Akibatnya, curah hujan di Sumbar terendam oleh intensitas yang mencapai 300 milimeter per hari di kawasan Kabupaten Pesisir Selatan dan Padang Pariaman. Puncak bencana terjadi pada Minggu malam, 14 Desember 2025, menyebabkan terputusnya akses Jalan Raya Padang-Painan.

Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar per Senin pagi, 15 Desember 2025, menunjukkan bahwa lebih dari 4.000 rumah terendam banjir, dan 15 titik longsor menimbun jalan provinsi. Estimasi awal kerugian miliaran Rupiah mencakup kerusakan parah pada irigasi pertanian di Solok Selatan dan hancurnya jembatan penghubung di Kabupaten Agam. Taksiran sementara, kerugian infrastruktur saja mencapai angka Rp 5,5 miliar.

Pemerintah Provinsi Sumbar telah menetapkan status siaga darurat bencana selama tujuh hari ke depan. Gubernur Sumbar, Bapak Mahyeldi Ansharullah, S.P., M.Hum., menginstruksikan percepatan penyaluran bantuan logistik. Sementara itu, aparat keamanan dikerahkan untuk membantu evakuasi dan pengamanan. Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Padang Pariaman, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Riko Sunarko, S.H., S.I.K., M.Si., memimpin tim SAR gabungan dari Brimob dan Basarnas sejak dini hari. AKBP Riko memastikan jalur evakuasi di daerah Lubuk Alung aman dan mengawasi aset warga yang ditinggalkan akibat dampak Siklon Tropis Cempaka untuk mencegah penjarahan.

Penanganan pasca-bencana akan fokus pada pemulihan infrastruktur dan sektor pertanian yang paling terdampak, mengingat kerugian miliaran Rupiah yang ditimbulkan oleh dampak Siklon Tropis Cempaka. Upaya keras dilakukan agar kehidupan masyarakat yang Sumbar terendam dapat segera pulih.