Di tengah luasnya perairan Bone, terdapat praktik pekerja anak yang cukup memprihatinkan di sektor perikanan bagan apung. Banyak anak di bawah umur yang terpaksa meninggalkan bangku sekolah untuk membantu keluarga mencari nafkah sebagai awak kapal nelayan di tengah laut dalam durasi waktu yang sangat panjang. Mereka bekerja pada malam hari, menghadapi risiko cuaca ekstrem, gelombang tinggi, serta ancaman kelelahan fisik yang luar biasa demi mengoperasikan lampu penarik ikan di bagan apung. Kondisi kerja ini sangat berbahaya bagi perkembangan fisik dan mental mereka, namun desakan ekonomi keluarga sering kali membuat hal ini dianggap sebagai fenomena biasa di wilayah pesisir.
Keterlibatan pekerja anak di bagan apung sering kali tidak terdeteksi oleh otoritas pengawasan karena aktivitas dilakukan jauh dari bibir pantai dan sering kali berpindah-pindah. Anak-anak ini kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak yang seharusnya mereka peroleh untuk masa depan yang lebih baik. Selain itu, mereka juga sering kali dibayar sangat murah oleh pemilik usaha yang memanfaatkan tenaga mereka. Praktik eksploitasi ini tidak hanya melanggar hak asasi anak yang dilindungi oleh undang-undang, tetapi juga mematikan potensi masa depan mereka. Tanpa adanya campur tangan pemerintah, generasi pesisir di Bone akan terus terbelenggu dalam kemiskinan dan ketidaktahuan.
Dinas Sosial dan pihak terkait di daerah Bone harus segera melakukan pendataan dan memberikan program perlindungan bagi anak-anak yang berada di wilayah pesisir. Sekolah-sekolah harus dijangkau hingga ke kampung nelayan terpencil, dan insentif ekonomi bagi keluarga nelayan kurang mampu harus diberikan agar mereka bisa menyekolahkan anaknya daripada mempekerjakan mereka di laut. Penindakan terhadap pemilik bagan apung yang mempekerjakan anak di bawah umur harus dilakukan dengan tegas untuk memberikan efek jera. Hak anak untuk mendapatkan pendidikan dan masa kecil yang layak tidak boleh dikorbankan oleh alasan ekonomi atau kepentingan pemilik usaha.
Mari kita lindungi anak-anak kita dari praktik eksploitasi tenaga kerja. Dukungan masyarakat sangat penting untuk memantau dan melaporkan jika ditemukan anak-anak yang putus sekolah akibat bekerja di sektor nelayan. Mari kita pastikan bahwa masa depan anak di Bone tidak lagi ditentukan oleh kerasnya ombak di laut lepas, melainkan oleh ilmu pengetahuan yang mereka dapatkan di sekolah. Dengan menghapus ketergantungan pada pekerja anak di sektor bagan apung, kita sedang membuka jalan bagi generasi yang lebih cerdas dan lebih berdaya. Mari bersama-sama kita berikan perhatian yang lebih besar agar tidak ada lagi pekerja anak yang harus kehilangan waktu belajar mereka di perairan Bone.