Legenda mengenai Pedang Sakti peninggalan kerajaan Bone selalu menjadi pusat perhatian masyarakat saat perayaan adat berlangsung karena kemampuannya yang dianggap ajaib dan sangat mistis. Dalam sebuah ritual pembersihan benda pusaka yang sangat sakral, pedang yang sudah berusia ratusan tahun ini konon dapat berdiri tegak di atas ujungnya tanpa ada penyangga sama sekali di hadapan para pemuka adat. Masyarakat percaya bahwa pedang ini menyimpan ruh para leluhur agung yang masih menjaga kedaulatan tanah Bone.
Fenomena munculnya gerakan pada Pedang Sakti tersebut sering kali digambarkan seperti orang yang sedang menari mengikuti irama tabuhan gendang tradisional yang sangat rancak dan penuh dengan energi magis. Banyak saksi mata yang mengaku melihat bilah pedang tersebut bergetar hebat hingga seolah-olah melayang tipis di atas permukaan kain sutra tanpa ada campur tangan manusia yang menggerakkannya secara fisik. Kejadian ini hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu yang dianggap suci, di mana seluruh warga berkumpul dengan penuh rasa hormat untuk memberikan penghormatan terakhir kepada simbol kekuatan militer kerajaan di masa lampau yang sangat disegani oleh musuh.
Keaslian dari Pedang Sakti ini tetap terjaga dengan sangat baik berkat teknik penyimpanan rahasia yang dilakukan oleh para penjaga makam raja-raja Bone secara turun-temurun selama berabad-abad. Bahan logam yang digunakan pada pedang ini diketahui mengandung meteorit murni yang memberikan corak pamor yang sangat indah dan kekuatan yang tidak tertandingi oleh senjata modern saat ini. Upaya dokumentasi secara digital mulai dilakukan oleh peneliti budaya guna memahami struktur metalurgi kuno yang digunakan.
Keberadaan ritual Pedang Sakti ini telah menjadi daya tarik wisata budaya yang sangat unik di Sulawesi Selatan, menarik minat para antropolog dunia untuk meneliti hubungan antara kepercayaan lokal dengan fenomena fisik yang terjadi. Pemerintah daerah terus berupaya melestarikan tradisi ini melalui festival budaya tahunan yang sangat meriah tanpa mengurangi nilai-nilai sakral yang sudah ada sejak zaman dahulu kala. Dengan tetap menjaga kearifan lokal ini, masyarakat Bone membuktikan bahwa warisan sejarah bukan hanya sekadar benda mati.