Kawasan pesisir Bone kini sedang mengalami pergeseran yang cukup mengkhawatirkan dengan semakin maraknya praktik privatisasi lahan yang dilakukan oleh pihak luar. Banyak area garis pantai yang dulunya merupakan akses terbuka bagi para nelayan tradisional untuk berlabuh atau mengolah hasil tangkapan, kini telah beralih status menjadi kawasan privat milik investor asing. Kondisi ini secara langsung memutus mata pencaharian utama warga setempat yang kini kesulitan untuk mendapatkan ruang kerja mereka sendiri akibat kebijakan yang terlalu berorientasi pada kepentingan investasi global.
Dampak langsung dari nelayan Bone kehilangan akses ke wilayah pesisir adalah penurunan drastis pada pendapatan harian mereka. Banyak nelayan yang terpaksa harus berlayar lebih jauh ke tengah laut hanya untuk mencari tempat bersandar yang aman, yang tidak hanya meningkatkan biaya operasional, tetapi juga risiko keselamatan di tengah laut. Ketidakadilan sosial ini memicu berbagai protes dari masyarakat yang merasa bahwa hak-hak dasar mereka sebagai masyarakat lokal telah dirampas demi ambisi pengembangan kawasan wisata eksklusif yang tidak inklusif bagi warga asli daerah sendiri.
Sangat penting bagi pemerintah daerah untuk meninjau kembali izin-izin pembangunan yang mengakibatkan privatisasi lahan di sepanjang pesisir. Perlindungan terhadap hak masyarakat adat dan nelayan tradisional harus menjadi prioritas utama dalam setiap rencana pengembangan kawasan wisata. Investor seharusnya diwajibkan untuk menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dengan masyarakat lokal, bukan justru menutup akses publik yang selama ini menjadi sumber kehidupan. Sinergi yang baik akan membawa kemajuan ekonomi tanpa harus mengorbankan martabat serta mata pencaharian mereka yang sudah lama mendiami wilayah pesisir Bone.
Selain aturan yang tegas, pemberdayaan masyarakat melalui koperasi nelayan dapat menjadi solusi untuk menguatkan posisi tawar mereka dalam menghadapi tekanan nelayan Bone kehilangan akses. Dengan memiliki legalitas yang kuat, masyarakat akan lebih terlindungi dalam mempertahankan ruang hidup mereka dari ancaman penguasaan lahan oleh investor besar. Mari kita dukung hak-hak nelayan kita agar tetap mendapatkan ruang untuk terus mencari nafkah di tanah dan laut mereka sendiri, serta menolak segala bentuk komersialisasi pantai yang justru meminggirkan warga lokal.
Sebelum Anda mendukung pengembangan kawasan wisata di daerah pesisir, pastikan proyek tersebut tidak menyengsarakan masyarakat setempat. Pilihlah destinasi yang benar-benar memberdayakan warga lokal dan tidak melanggengkan privatisasi lahan yang merugikan orang banyak. Mari kita suarakan solidaritas bagi saudara-saudara kita di Bone agar mereka tidak lagi menjadi orang asing di tanah kelahirannya sendiri akibat pembangunan yang mengabaikan keadilan sosial.