Pengikatan bibit rumput laut yang tepat dan kuat merupakan salah satu kunci utama keberhasilan dalam usaha budidaya laut menggunakan metode long line di kawasan pesisir Bone. Metode tali bentang melayang ini banyak dipilih oleh masyarakat pembudidaya karena terbukti sangat efektif dalam memanfaatkan ruang perairan laut yang kaya akan arus nutrisi alami. Namun, keahlian para petani laut dalam mengikat rumpun bibit pada tali utama sangat menentukan agar bibit tanaman tidak terlepas dan hanyut terbawa gelombang laut yang kuat.
Proses pengikatan bibit rumput laut dimulai dengan memilah rumpun bibit segar yang memiliki banyak cabang tunas muda, sehat, serta terbebas dari penyakit bercak putih. Rumpun bibit berbobot sekitar seratus gram tersebut kemudian diikat pada tali simpul bantu menggunakan tali rafia atau tali plastik khusus yang lembut namun berdaya ikat kuat. Penggunaan tali pengikat yang lembut sangat penting untuk mencegah terjadinya luka atau luka lecet pada jaringan batang rumput laut muda yang dapat memicu kebusukan jaringan tanaman selama pemeliharaan.
Jarak penempatan antar simpul pengikatan bibit pada tali utama bentangan long line diatur secara ideal sekitar dua puluh hingga dua puluh lima sentimeter secara seragam. Penataan jarak simpul yang teratur ini memberikan ruang tumbuh yang cukup bagi setiap rumpun tanaman laut untuk berkembang secara maksimal tanpa saling menghalangi paparan sinar matahari. Selain itu, jarak simpul yang pas juga mempermudah sirkulasi air laut mengalir melewati celah-celah cabang rumput laut untuk menyuplai nutrisi makanan yang dibutuhkan tanaman sepanjang hari.
Pemasangan bentangan tali long line yang telah dipasangi bibit kemudian diikatkan pada pelampung utama dan jangkar penahan di dasar perairan laut Kabupaten Bone yang relatif tenang. Pemantauan berkala terhadap kondisi kekencangan tali pengikat bibit harus dilakukan oleh pembudidaya minimal dua kali dalam seminggu untuk mengantisipasi adanya pengikatan yang terlepas. Pembersihan sampah laut atau lumut liar yang menempel pada tali bentang juga perlu dilakukan secara konsisten agar tidak memberatkan beban apung sarana budidaya.
Penerapan teknik pemeliharaan berbasis metode bentang tali melayang ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas panen rumput laut secara bermakna bagi masyarakat pesisir Bone. Hasil panen rumput laut yang melimpah dengan kualitas serat yang prima memberikan dorongan ekonomi yang sangat kuat bagi kesejahteraan keluarga para pembudidaya lokal. Penguasaan keterampilan teknis pengikatan dan pemeliharaan sarana budidaya laut ini menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan sektor kelautan daerah.