Pemanfaatan hasil perikanan dan kelautan di Pesisir Bone terus berkembang melampaui produk mentah, sejalan dengan optimalisasi potensi laut Bone. Salah satu hasil olahan pangan kreasi warga setempat yang kini menjadi primadona adalah dodol rumput laut khas daerah. Pangan tradisional ini menawarkan alternatif olahan manis yang tidak hanya lezat, tetapi juga kaya akan serat alami bagi kesehatan pencernaan. Tekstur kenyal yang khas serta aroma manis yang tidak menyengat menjadikan kudapan ini oleh-oleh favorit para wisatawan.
Pengolahan panganan manis berbasis dodol rumput ini memanfaatkan komoditas rumput laut segar jenis Eucheuma cottonii yang melimpah di perairan lokal. Rumput laut yang telah dibersihkan secara teliti diolah menjadi pasta halus sebelum dicampur dengan santan kelapa dan gula merah. Pembakaran adonan dilakukan dalam kuali besar menggunakan api stabil sembari diaduk secara terus-menerus selama beberapa jam. Ketelatenan dalam mengaduk adonan menentukan tingkat kekenyalan dan daya simpan produk tanpa perlu tambahan zat pengawet sintetis.
Keunggulan utama dari kudapan khas ini terletak pada kandungan gizi tinggi, terutama serat pangan yang baik untuk menjaga pola makan sehat. Berbeda dari camilan manis pada umumnya, penggunaan rumput laut memberikan rasa kenyang lebih lama serta membantu melancarkan sistem pencernaan. Inovasi varian rasa modern seperti wijen, pandan, cokelat, hingga durian makin memperkaya pilihan cita rasa bagi konsumen dari berbagai kalangan usia. Penambahan bahan alami tersebut dilakukan tanpa merusak tekstur kenyal orisinal dari olahan rumput laut.
Kemasan produk kini didesain lebih higienis dan menarik menggunakan kemasan kedap udara bertema budaya lokal yang sangat anggun. Pengemasan modern ini efektif memperpanjang masa simpan produk sehingga aman dikirim ke luar daerah sebagai buah tangan khas. Informasi mengenai komposisi bahan serta kandungan gizi dicantumkan secara jelas pada label kemasan guna memberikan rasa aman bagi pembeli. Langkah modernisasi tampilan ini berhasil menaikkan kelas produk UMKM Bone di arena pasar oleh-oleh nasional.
Dampak positif dari perkembangan industri kreatif olahan olahan laut ini dirasakan langsung oleh kelompok perempuan pesisir dan pembudidaya. Penyerapan hasil panen rumput laut lokal secara konsisten memberikan kepastian harga di tingkat petani tambak. Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan higiene sanitasi pengolahan pangan makin meningkatkan standar mutu produksi skala rumah tangga. Sinergi antara ketersediaan bahan baku dan keterampilan mengolah melahirkan produk pangan unggulan yang berdaya saing.
Ketersediaan kudapan kaya serat ini di pusat oleh-oleh lokal mempermudah wisatawan mendapatkan produk autentik khas daerah Bone. Dukungan promosi melalui pameran UMKM tingkat daerah terus memperluas popularitas olahan sehat ini di mata masyarakat luas. Inovasi kuliner berbasis bahan lokal terbukti efektif mendorong pertumbuhan ekonomi daerah tanpa mengabaikan aspek nilai gizi produk. Keberhasilan kreasi pangan manis ini menjadi kebanggaan baru bagi industri kuliner pesisir Sulawesi Selatan.
==================================================