Dampak gejolak cuaca ekstrem kembali membawa ancaman serius bagi ketahanan pangan dan keberlanjutan sektor pertanian di Sulawesi Selatan. Musibah kekeringan parah mengancam ratusan hektar area lahan persawahan produktif milik warga di Kabupaten Bone. Menyusutnya debit air secara drastis pada saluran irigasi teknis membuat tanah sawah mengering hingga retak-retak dalam kondisi memprihatinkan. Para petani terancam mengalami gagal panen total jika tidak ada pasokan air darurat yang dialirkan ke lahan pertanian mereka dalam waktu singkat.
Musim kemarau yang berlangsung lebih panjang dari perkiraan semula menyebabkan sumber air alami dan sungai-sungai utama mengalami pendangkalan parah. Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan sarana mesin pompa air yang dimiliki oleh kelompok tani untuk mengangkat air dari sumber yang tersisa. Banyak petani yang terpaksa membiarkan tanaman padi mereka layu dan mati kekeringan karena tidak sanggup menanggung biaya sewa pompa air. Kerugian finansial yang dialami para petani diperkirakan mencapai miliaran rupiah dan mengancam kesejahteraan ekonomi keluarga mereka.
Dinas Pertanian dan ketahanan pangan kabupaten mulai menerjunkan tim tanggap darurat guna memetakan tingkat kerusakan lahan persawahan terdampak. Bantuan armada mesin pompa air berkapasitas besar dikerahkan ke desa-desa yang mengalami dampak kekeringan parah guna menyelamatkan tanaman padi yang masih hidup. Selain itu, pengerukan saluran irigasi yang mengalami pendangkalan lumpur juga dipercepat agar aliran air dapat sampai ke area persawahan paling ujung. Pemerintah daerah berupaya maksimal mencegah terjadinya kegagalan panen massal di lumbung beras daerah.
Para pengamat pertanian mendesak pemerintah daerah untuk mereformasi tata kelola air pertanian melalui pembangunan embung-embung penampung air di area strategis. Penerapan varietas benih padi tahan kekeringan serta modernisasi teknologi irigasi hemat air harus mulai disosialisasikan secara masif kepada para petani. Penanganan masalah kekeringan tidak boleh lagi diselesaikan secara parsial saat bencana sudah terjadi, melainkan melalui perencanaan mitigasi yang matang. Perlindungan bagi para petani dari risiko kerugian bencana alam harus dijamin melalui program asuransi pertanian.
Pemerintah Kabupaten Bone berkomitmen untuk mengusulkan alokasi bantuan ganti rugi benih padi bagi para petani yang mengalami gagal panen total. Evaluasi menyeluruh terhadap ketersediaan pasokan air irigasi akan dilakukan bersama badan meteorologi guna menentukan pola tanam yang tepat ke depan. Penanganan musibah kekeringan parah ini diharapkan dapat meminimalkan dampak krisis pangan serta menjaga stabilitas perekonomian para petani di Bone. Sektor pertanian merupakan pilar utama ekonomi daerah yang wajib dilindungi dari ancaman bencana alam.